Mamuju – Ribuan pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, memadati Polresta Mamuju untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Antrean panjang mengular sejak pagi hari, bahkan sebelum loket pelayanan dibuka.
Antrean Panjang Sejak Pagi
Pantauan di lokasi, ratusan orang sudah berkumpul di halaman Polresta Mamuju sejak pukul 07.00 WITA. Mereka rela berdesakan dan menunggu berjam-jam demi mendapatkan SKCK sebagai salah satu syarat administratif dalam pendaftaran PPPK tahun ini.
“Dari jam enam saya sudah datang. Kalau terlambat bisa habis nomor antreannya,” ujar salah seorang pelamar.
Meski pelayanan dibuka lebih awal, antrean tetap tidak bisa terhindarkan karena jumlah pemohon melonjak drastis dalam waktu singkat.
SKCK Jadi Syarat Penting PPPK
Salah satu persyaratan wajib dalam seleksi PPPK adalah SKCK yang diterbitkan kepolisian. Dokumen ini dibutuhkan untuk memastikan para pelamar memiliki catatan hukum yang bersih dan layak secara administratif.
Polresta Mamuju mengakui adanya lonjakan permintaan SKCK dalam beberapa hari terakhir. “Memang ini momen ramai, karena banyak pelamar PPPK. Kami sudah menambah petugas agar pelayanan lebih cepat,” jelas seorang petugas pelayanan.

Baca juga: Perbaikan Pelabuhan Mamuju Dipastikan Sesuai SOP, Target Selesai Oktober
Upaya Polresta Atasi Lonjakan
Untuk mengatasi lonjakan, Polresta Mamuju menambah loket pelayanan serta memperpanjang jam kerja hingga sore hari. Petugas juga memberikan nomor antrean agar proses lebih tertib dan tidak menimbulkan kericuhan.
“Kami berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat bisa dilayani dengan cepat. Walaupun ramai, kami tetap menjaga ketertiban,” kata Kepala Unit Pelayanan SKCK Polresta Mamuju.
Keluhan dan Harapan Pelamar
Meski pelayanan diperpanjang, banyak pelamar yang mengaku lelah karena harus menunggu lama. Beberapa bahkan membawa bekal makanan dan minuman agar tidak keluar dari antrean.
“Capek, tapi mau bagaimana lagi. SKCK ini wajib untuk mendaftar. Semoga proses pendaftaran PPPK bisa berjalan lancar setelah ini,” keluh seorang pelamar lainnya.
Harapan Pemerintah
Pemerintah daerah berharap antusiasme masyarakat dalam mengikuti seleksi PPPK bisa menjadi motivasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Diharapkan, ke depan proses pengurusan dokumen seperti SKCK dapat diperbanyak titik pelayanannya, sehingga tidak menumpuk hanya di Polresta.





