Wawasan Mamuju – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur resmi dimulai di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Kamis (16/10). Ajang bergengsi ini diikuti ratusan pecatur dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi momentum penting bagi daerah untuk menunjukkan eksistensinya di kancah olahraga nasional.
Kegiatan yang digelar di Gedung PKK Sulbar tersebut dibuka secara resmi oleh Pj Gubernur Sulbar, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, didampingi oleh Ketua Umum Percasi Sulbar, Halim, serta perwakilan Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi).
Ajang Bergengsi untuk Lahirkan Pecatur Nasional
Dalam sambutannya, Zudan Arif menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kejurnas Catur yang tahun ini mempercayakan Sulawesi Barat sebagai tuan rumah. Ia menyebutkan, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan semangat sportivitas di kalangan atlet catur Tanah Air.
“Catur bukan hanya tentang strategi di atas papan, tetapi juga tentang melatih kesabaran, berpikir taktis, dan mengambil keputusan yang bijak. Nilai-nilai inilah yang kita butuhkan dalam kehidupan dan pembangunan daerah,” ujar Zudan.
Ia berharap dari ajang ini akan lahir pecatur-pecatur muda berbakat yang dapat membawa nama Sulbar ke tingkat nasional bahkan internasional.
Halim: Kejurnas Untungkan Daerah
Sementara itu, Ketua Umum Percasi Sulbar, Halim, menilai penyelenggaraan Kejurnas Catur di Sulbar memberikan banyak keuntungan bagi daerah, baik dari sisi ekonomi maupun promosi pariwisata.
“Banyak peserta datang dari luar daerah dan menginap di Mamuju selama beberapa hari. Ini tentu berdampak langsung pada sektor ekonomi lokal seperti hotel, kuliner, dan transportasi,” jelas Halim.
Selain itu, menurutnya, Kejurnas ini juga menjadi sarana memperkenalkan Sulbar ke publik nasional. “Melalui kegiatan seperti ini, nama Sulbar makin dikenal. Ini momentum yang bagus untuk menunjukkan bahwa Sulbar mampu menjadi tuan rumah event berskala nasional,” tambahnya.
Ratusan Atlet dari 30 Provinsi Ikut Bertanding
Panitia pelaksana Kejurnas melaporkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh lebih dari 300 pecatur dari 30 provinsi di Indonesia. Para peserta akan berlaga dalam berbagai kategori, mulai dari kelompok umur (KU) anak-anak hingga senior.

Baca juga: Gubernur Sulbar Gandeng 17 Perusahaan Intervensi Stunting
Ketua Panitia Pelaksana, Sahrul Fadli, mengatakan bahwa pertandingan akan berlangsung selama enam hari dengan sistem Swiss 9 babak, dan hasilnya akan menjadi dasar penilaian untuk pembentukan tim nasional catur Indonesia ke depan.
“Selain memperebutkan medali dan trofi, hasil Kejurnas ini juga akan menentukan peringkat nasional para atlet. Jadi, semua peserta akan tampil maksimal,” ujar Sahrul.
Harapan Besar untuk Atlet Lokal Sulbar
Percasi Sulbar menurunkan sekitar 20 atlet terbaiknya untuk bertanding di Kejurnas kali ini. Mereka berasal dari berbagai kabupaten, termasuk Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar.
Halim menegaskan bahwa pihaknya menargetkan atlet Sulbar dapat masuk 10 besar nasional, meskipun menghadapi lawan-lawan tangguh dari provinsi lain yang memiliki tradisi catur kuat seperti Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.
“Kami sudah melakukan pembinaan intensif sejak beberapa bulan terakhir. Anak-anak ini punya potensi besar, tinggal bagaimana mereka memaksimalkan peluang di atas papan,” ujarnya optimistis.
Dorongan Pemerintah untuk Kembangkan Catur Daerah
Zudan Arif juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus mendukung pengembangan olahraga catur di Sulbar. Ia menilai olahraga ini tidak membutuhkan biaya besar tetapi memiliki manfaat besar dalam pembentukan karakter dan daya pikir generasi muda.
“Ke depan kami ingin catur menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Ini bisa menjadi wadah pembinaan sekaligus melatih konsentrasi siswa sejak dini,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi cabang olahraga lain untuk berani menyelenggarakan event berskala nasional di Sulbar.
Wujudkan Sulbar Sebagai Tuan Rumah yang Hebat
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi Sulbar bersama Percasi berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta. Panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari penginapan, transportasi, hingga area pertandingan yang representatif.
“Kami ingin peserta pulang membawa kesan positif tentang Sulbar—bukan hanya karena kompetisinya, tetapi juga karena keramahan dan kesiapan daerah,” tutur Halim.
Dengan semangat sportivitas dan persaudaraan, Kejurnas Catur di Sulbar diharapkan menjadi ajang pembuktian bahwa daerah muda seperti Sulbar mampu bersaing dan menjadi tuan rumah yang membanggakan Indonesia.





