Wawasan Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) menegaskan pentingnya penguatan mitigasi bencana di seluruh wilayah provinsi sebagai langkah strategis menghadapi potensi bencana alam yang semakin meningkat. Hal ini disampaikan dalam sebuah agenda resmi pemerintah daerah yang turut dihadiri jajaran OPD, BPBD, hingga perwakilan lembaga terkait.
Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Daerah Masuk Zona Rawan
Dalam pemaparannya, Gubernur mengingatkan bahwa Sulbar merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, terutama tanah longsor, banjir, gempa bumi, dan abrasi. Sejumlah wilayah seperti Mamuju, Majene, dan Mamasa disebut masih memerlukan sistem peringatan dini yang lebih kuat.
“Cuaca ekstrem semakin tidak dapat diprediksi. Curah hujan tinggi membuat banyak wilayah berada dalam status siaga,” ujar Gubernur.
Ia menekankan bahwa kebijakan mitigasi harus bersifat komprehensif, mulai dari pemetaan kawasan rawan hingga penguatan kesiapsiagaan di tingkat desa.
BPBD Diminta Perkuat Sistem Peringatan Dini
Gubernur menugaskan BPBD Sulbar untuk meningkatkan kapasitas peralatan deteksi dini dan menambah jumlah titik sensor pemantauan. Selain itu, ia meminta agar koordinasi dengan BMKG lebih intens sehingga informasi cuaca dapat diteruskan dengan cepat ke masyarakat.
“Kita tidak boleh kalah cepat dari bencana. Informasi harus sampai lebih awal agar masyarakat bisa menyelamatkan diri,” tegasnya.
Di samping itu, BPBD diperintahkan memperkuat unit reaksi cepat dan memastikan pasokan logistik bencana selalu tersedia.

Baca juga: Imigrasi Mamuju Luncurkan Tiga Inovasi, Jangkau Warga Terpencil
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa
Dalam penguatan mitigasi, pemerintah provinsi juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah kabupaten dan desa. Gubernur menyebut bahwa aparat desa harus dilibatkan dalam pelatihan kesiapsiagaan, termasuk penyusunan jalur evakuasi dan simulasi bencana.
Ia menilai bahwa keberhasilan mitigasi sangat bergantung pada kesiapan masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi rawan.
Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Gubernur juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap tanda-tanda bencana. Edukasi dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat bencana terjadi.
“Mitigasi bukan hanya soal alat dan infrastruktur. Ini juga tentang pola pikir masyarakat agar tidak meremehkan potensi bahaya,” ujarnya.
Pemerintah provinsi berencana menggandeng sekolah, organisasi pemuda, dan lembaga relawan untuk melakukan kampanye kebencanaan secara berkala.
Mitigasi Dukung Pembangunan Berkelanjutan Sulbar
Penguatan mitigasi bencana disebut sebagai bagian penting dari visi pembangunan Sulbar. Menurut Gubernur, ketahanan daerah terhadap bencana harus menjadi fondasi dalam merancang pembangunan infrastruktur dan tata ruang.
“Kita ingin membangun Sulbar dengan kokoh, tetapi pembangunan itu harus selaras dengan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Gubernur menutup pernyataannya dengan menyerukan seluruh pihak untuk bergerak bersama, memperkuat kesiapsiagaan, dan memastikan masyarakat Sulbar lebih siap menghadapi ancaman bencana.





