, ,

Geger! Kades dan ASN di Mamuju Diciduk Satnarkoba karena Sabu

oleh -835 Dilihat

Mamuju, Sulawesi Barat — Warga Kabupaten Mamuju digemparkan dengan penangkapan dua orang oknum aparatur negara, yakni seorang Kepala Desa (Kades) dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polresta Mamuju, dalam operasi yang digelar secara rahasia dan terencana.

Kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda namun masih dalam wilayah Kabupaten Mamuju. Penangkapan ini menjadi sorotan tajam publik, karena melibatkan sosok yang seharusnya menjadi panutan dalam penegakan hukum dan pemberantasan narkoba di lingkup pemerintah daerah.

Ditangkap Bersama Barang Bukti

Kapolresta Mamuju, melalui Kasat Narkoba AKP Sulaeman, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh kedua pelaku.

“Kami melakukan penyelidikan selama beberapa hari dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa paket kecil sabu, alat hisap (bong), serta handphone yang digunakan untuk komunikasi transaksi,” jelas AKP Sulaeman kepada wartawan, Selasa (5/8/2025).

Barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolresta Mamuju untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami apakah keduanya hanya sebagai pengguna atau turut terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

Kades dan ASN Akan Diperiksa Secara Intensif

Menurut informasi awal, oknum Kades yang ditangkap diketahui masih aktif menjabat di salah satu desa di Kecamatan Kalukku. Sementara ASN yang diamankan disebut-sebut bertugas di salah satu instansi pemerintah daerah.

Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satresnarkoba. Polisi juga telah melakukan tes urine yang menunjukkan hasil positif mengandung zat metamfetamin, yang merupakan kandungan utama dalam sabu.

Satnarkoba
Satnarkoba

Baca juga: Residivis Curi Motor-Kotak Amal Masjid di Mamuju Ditangkap, Kaki Ditembak

Reaksi Masyarakat dan Pemkab Mamuju

Penangkapan ini memicu kemarahan dan kekecewaan dari masyarakat. Warga menilai tindakan para pelaku sangat tidak mencerminkan etika pejabat publik dan telah mencoreng nama baik institusi pemerintahan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mamuju menyatakan akan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku jika terbukti bersalah.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. ASN yang terlibat akan diberikan sanksi administratif hingga pemecatan jika terbukti bersalah,” ujar Kabag Humas Pemkab Mamuju.

Komitmen Polresta: Tak Pandang Bulu

Kasat Narkoba AKP Sulaeman menegaskan bahwa Polresta Mamuju berkomitmen untuk tidak tebang pilih dalam memberantas narkoba.

“Siapapun yang terlibat, apakah itu warga biasa, pejabat, atau ASN, akan kami tindak tegas. Ini peringatan keras bahwa penyalahgunaan narkoba tidak ada tempatnya di Mamuju,” ujarnya.

Penutup: Peringatan Serius bagi Pejabat Publik

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi seluruh aparatur negara, bahwa integritas dan tanggung jawab publik harus dijaga. Penyalahgunaan narkoba bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Pemkab Mamuju dan aparat penegak hukum diharapkan dapat terus memperketat pengawasan serta memperkuat edukasi bahaya narkoba, terutama di lingkungan pemerintahan.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.