, , ,

Sadis! Karyawan PNM Mekar Dibunuh Nasabah di Pasangkayu, Berawal dari Tagihan Utang

oleh -931 Dilihat

Wawasan Mamuju – Warga Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, digegerkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang karyawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar. Korban ditemukan tewas setelah diduga dibunuh oleh nasabahnya sendiri. Peristiwa ini bermula dari persoalan utang yang tak kunjung dibayarkan.

Kronologi Kejadian

Informasi yang dihimpun, korban yang diketahui berinisial AR (27) tengah menjalankan tugasnya sebagai petugas lapangan PNM Mekar. Pada hari kejadian, ia mendatangi rumah salah seorang nasabah untuk menagih angsuran pinjaman.

Namun, alih-alih mendapat pembayaran, korban justru terlibat adu mulut dengan pelaku berinisial S (35). Pertengkaran tersebut memanas hingga berujung aksi penganiayaan brutal. Pelaku disebut menggunakan senjata tajam untuk melukai korban, yang akhirnya meregang nyawa di lokasi kejadian.

Warga Geger dan Polisi Bertindak Cepat

Peristiwa sadis itu sontak membuat geger warga sekitar. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Tim Polres Pasangkayu bersama aparat Polsek setempat langsung bergerak ke lokasi dan melakukan olah TKP.

Kapolres Pasangkayu AKBP membenarkan insiden itu. “Pelaku berhasil diamankan beberapa jam setelah kejadian. Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan intensif,” ungkapnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Karyawan PNM Mekar
Karyawan PNM Mekar

Baca juga: 4 Pemuda di Mamuju Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Berawal dari Utang yang Macet

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui pelaku sudah lama menunggak cicilan pinjaman di PNM Mekar. Upaya pendekatan persuasif sudah dilakukan pihak perusahaan, namun pelaku tetap tidak mampu melunasi kewajibannya.

“Pelaku merasa terdesak karena terus ditagih. Motif sementara adalah sakit hati dan emosi karena tidak mampu membayar utang,” kata Kapolres.

Korban Dikenal Baik dan Rajin

Kabar meninggalnya AR menimbulkan duka mendalam, baik di kalangan rekan kerjanya maupun masyarakat sekitar. Sejumlah saksi menyebut korban dikenal sebagai pribadi yang ramah dan rajin menjalankan tugasnya.

“Dia itu orangnya baik, tidak pernah kasar. Kami tidak menyangka kalau sampai berakhir seperti ini,” ucap salah satu rekan korban dengan mata berkaca-kaca.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan, sementara pihak perusahaan menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga.

Pihak PNM Mekar Berduka

Manajemen PNM Mekar menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kehilangan salah satu karyawannya. Mereka mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut dan berharap aparat menindak tegas pelaku.

“Kami kehilangan sosok karyawan yang berdedikasi. Kami juga berharap kasus ini menjadi perhatian serius agar keselamatan petugas lapangan lebih terjamin,” ujar perwakilan PNM Mekar Sulbar.

Polisi Imbau Penyelesaian Damai Utang Piutang

Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan utang piutang seharusnya diselesaikan dengan cara-cara yang damai dan hukum, bukan dengan kekerasan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri atau melampiaskan emosi ketika menghadapi kesulitan finansial.

“Jika ada kendala, bicarakan baik-baik dengan pihak terkait. Jangan sampai nyawa melayang karena masalah yang bisa dicarikan jalan keluar,” tegas Kapolres.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.