, , ,

Imigrasi Mamuju Luncurkan Tiga Inovasi, Jangkau Warga Terpencil

oleh -641 Dilihat

Wawasan Mamuju – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non-TPI Mamuju kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan publik dengan meluncurkan tiga inovasi baru yang dirancang untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. Inovasi ini diharapkan mampu memperluas akses layanan keimigrasian sekaligus mempercepat pelayanan administrasi bagi warga yang selama ini kesulitan menjangkau kantor imigrasi karena faktor geografis.

Tiga Inovasi untuk Mempercepat Layanan

Kepala Kantor Imigrasi Mamuju menjelaskan bahwa inovasi tersebut meliputi layanan Imigrasi Keliling Terpadu (IMKAT), Gerai Layanan Paspor Desa (GELAPADE), dan Posko Konsultasi Keimigrasian Online (POSKO-KO). Ketiganya lahir dari evaluasi pelayanan tahun sebelumnya yang mengidentifikasi masih banyak warga pedesaan dan pelosok yang belum terlayani secara optimal.

  • IMKAT (Imigrasi Keliling Terpadu) menghadirkan petugas imigrasi langsung ke desa-desa dan kecamatan terpencil. Petugas membawa peralatan portable sehingga warga dapat mengurus paspor tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

  • GELAPADE (Gerai Layanan Paspor Desa) bekerja sama dengan pemerintah desa untuk membuka titik layanan tetap secara berkala. Layanan ini difokuskan pada wilayah dengan jumlah pemohon cukup tinggi, seperti desa-desa pesisir dan daerah transmigrasi.

  • POSKO-KO (Posko Konsultasi Keimigrasian Online) memberikan pendampingan bagi masyarakat melalui layanan video call, chat, dan hotline khusus. Layanan ini sangat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan penjelasan cepat mengenai persyaratan dokumen atau proses keimigrasian lainnya.

Jangkauan Wilayah Terpencil Jadi Prioritas

Menurut kepala Kanim Mamuju, kondisi geografis Sulawesi Barat yang didominasi pegunungan dan akses jalan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. Banyak warga yang harus menempuh perjalanan berjam-jam, bahkan hingga lintas kabupaten, hanya untuk mengurus paspor.

“Dengan ketiga inovasi ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah 3T, mendapat pelayanan yang sama cepat, mudah, dan ramah,” ujarnya.

Program pelayanan keliling juga menjadi solusi bagi masyarakat nelayan dan pekerja migran asal Sulbar yang akan berangkat keluar negeri, tetapi belum sempat mengurus dokumen resmi.

Imigrasi Mamuju
Imigrasi Mamuju

Baca juga: Kakak di Mamuju Bacok Adik Kandung hingga Tewas gegara Sengketa Tanah Warisan

Masyarakat Antusias, Pemerintah Daerah Beri Apresiasi

Peluncuran tiga inovasi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga di Kecamatan Kalumpang dan Bonehau menyatakan, layanan keliling sangat membantu mereka yang kesulitan transportasi menuju ibu kota provinsi.

Pemerintah daerah turut mengapresiasi langkah Imigrasi Mamuju. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya mempermudah pelayanan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran hukum dan administrasi kependudukan. Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan agenda peningkatan layanan publik di Sulawesi Barat.

Dorong Transformasi Digital Layanan Keimigrasian

Selain memperluas jangkauan layanan fisik, Imigrasi Mamuju juga terus mendorong digitalisasi. Melalui POSKO-KO, warga dapat memperoleh informasi dan konsultasi tanpa harus datang langsung.

Petugas imigrasi juga memastikan edukasi terkait penggunaan aplikasi M-Paspor diberikan dalam setiap kegiatan layanan keliling. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara mandiri dan meminimalkan hambatan teknis pada saat pelayanan.

Komitmen Peningkatan Pelayanan Berkelanjutan

Kantor Imigrasi Mamuju berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan inovatif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ke depan, Kanim berencana memperluas cakupan IMKAT dan GELAPADE ke wilayah yang lebih jauh, termasuk desa-desa perbatasan kabupaten.

“Tujuan utama kami adalah memastikan tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan keimigrasian. Pelayanan harus hadir untuk semua,” tegas Kepala Kanim Mamuju.

Dengan hadirnya tiga inovasi ini, diharapkan pelayanan keimigrasian di Sulawesi Barat semakin inklusif, merata, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.