, ,

Massa Demo Ricuh di DPRD Sulbar Bubar di Tengah Hujan, Polisi Masih Berjaga

oleh -708 Dilihat

Mamuju – Aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) pada Senin (26/8/2025) berakhir ricuh. Massa yang sebelumnya menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah terlibat dorong-dorongan dengan aparat kepolisian. Namun, hujan deras yang mengguyur Mamuju membuat kericuhan mereda dan massa membubarkan diri.

Tuntutan Massa

Para pengunjuk rasa yang terdiri dari gabungan mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat menyampaikan tuntutan terkait transparansi anggaran daerah, peningkatan kesejahteraan tenaga kerja, hingga penolakan kebijakan outsourcing. Mereka menilai DPRD Sulbar belum maksimal mengawal aspirasi rakyat.

“Kami datang untuk menuntut keadilan dan kesejahteraan. Jangan sampai kebijakan hanya berpihak pada kepentingan elit, sementara masyarakat kecil menderita,” teriak salah seorang orator di tengah aksi.

DPRD Sulbar
DPRD Sulbar

Baca juga: Usai Bawa Sandeq Silumba Happy Ending, Syamsul Samad Resmi Nahkodai KONI Sulbar

Kericuhan di Depan Gedung DPRD

Situasi sempat memanas ketika massa berusaha menerobos pagar kantor DPRD Sulbar. Aparat kepolisian yang berjaga langsung membentuk barikade dan berusaha menenangkan massa. Dorong-dorongan pun tak terhindarkan hingga menimbulkan ketegangan.

Meski begitu, aparat tetap mengedepankan pendekatan persuasif agar situasi tidak semakin memanas. Tambahan personel kepolisian juga dikerahkan untuk mengantisipasi meluasnya kericuhan.

Hujan Deras Redakan Aksi

Sekitar pukul 15.30 WITA, hujan deras mengguyur Mamuju. Kondisi ini membuat massa mulai mundur dan akhirnya membubarkan diri secara bertahap. Meski demikian, aparat kepolisian masih berjaga di sekitar kantor DPRD untuk memastikan situasi benar-benar kondusif.

“Kami tetap siaga sampai situasi benar-benar aman. Kami mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib dan damai,” ujar Kapolres Mamuju, Kombes Pol [Nama Kapolres], kepada wartawan.

Polisi Tetap Berjaga

Hingga sore menjelang malam, barikade aparat masih terlihat di area kantor DPRD Sulbar. Jalan di depan gedung sempat ditutup sebagian untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Sementara itu, pihak DPRD Sulbar menyatakan siap membuka ruang dialog dengan perwakilan massa. “Kami akan menjadwalkan pertemuan resmi agar aspirasi bisa dibicarakan secara baik-baik. Intinya, semua tuntutan masyarakat akan ditampung,” kata salah seorang anggota DPRD.

Dengan berakhirnya aksi tersebut, situasi di Mamuju berangsur pulih. Namun, aparat tetap mengantisipasi adanya potensi aksi lanjutan dari kelompok massa yang belum puas dengan jawaban pemerintah daerah maupun DPRD.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.