Wawasan Mamuju – Sebuah mobil Toyota Fortuner milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju terlibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar). Kendaraan dinas tersebut diketahui dikemudikan seorang anak baru gede (ABG) dan menabrak sebuah warung serta dua warga, sehingga mengakibatkan kepanikan dan kerusakan di lokasi kejadian.
Peristiwa ini menyita perhatian publik karena kendaraan yang terlibat merupakan aset pemerintah daerah dan dikemudikan oleh pengemudi yang diduga belum memenuhi syarat.
Kecelakaan Terjadi Secara Tiba-tiba
Kecelakaan terjadi secara tiba-tiba saat mobil Fortuner melaju di kawasan permukiman warga. Kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali, lalu menghantam sebuah warung di pinggir jalan sebelum akhirnya menabrak dua warga yang berada di sekitar lokasi.
Benturan keras membuat warung mengalami kerusakan cukup parah, sementara warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan.
Dua Warga Jadi Korban
Akibat kejadian tersebut, dua warga mengalami luka-luka dan langsung mendapat pertolongan dari warga sekitar. Korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga saat ini, kondisi korban dilaporkan masih dalam penanganan tenaga medis, sementara pihak berwenang terus memantau perkembangan kesehatan mereka.

Baca juga: Dishub Mamuju Tindak Jukir Jika tidak Beri Karcis
Pengemudi Diduga Masih di Bawah Umur
Dari informasi yang beredar, pengemudi mobil Fortuner tersebut merupakan seorang ABG yang diduga belum cukup umur dan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan penggunaan kendaraan dinas milik Pemkab Mamuju.
Pihak kepolisian masih mendalami bagaimana kendaraan dinas tersebut bisa dikemudikan oleh seorang remaja.
Mobil Fortuner Merupakan Aset Pemkab Mamuju
Kendaraan yang terlibat kecelakaan diketahui merupakan mobil dinas milik Pemkab Mamuju. Insiden ini memicu sorotan publik terkait pengelolaan dan pengawasan aset daerah, khususnya kendaraan operasional pemerintah.
Pemerintah daerah diminta untuk memberikan klarifikasi terkait status kendaraan serta pihak yang bertanggung jawab atas penggunaannya saat kejadian berlangsung.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Penyelidikan
Aparat kepolisian turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti. Polisi juga memeriksa pengemudi, kendaraan, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian, pelanggaran lalu lintas, serta unsur pidana lainnya.
Sorotan terhadap Pengawasan Kendaraan Dinas
Insiden ini menimbulkan sorotan tajam dari masyarakat terhadap pengawasan kendaraan dinas pemerintah. Banyak pihak menilai penggunaan mobil dinas harus sesuai aturan dan hanya boleh dikemudikan oleh pihak yang berwenang serta memiliki kelengkapan berkendara.
Penggunaan kendaraan dinas oleh pihak yang tidak berhak dinilai berpotensi membahayakan keselamatan publik dan merugikan negara.
Situasi Lokasi Kembali Kondusif
Setelah proses evakuasi korban dan kendaraan selesai dilakukan, situasi di lokasi kejadian berangsur kondusif. Warung yang rusak mulai dibersihkan oleh warga, sementara arus lalu lintas kembali normal.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian dan menjadi perhatian publik di Sulawesi Barat, terutama terkait tanggung jawab penggunaan aset pemerintah dan keselamatan berlalu lintas.






