, , ,

BPS Ungkap Inflasi Mamuju Naik Jelang Bulan Ramadan

oleh -189 Dilihat

Wawasan Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa inflasi di Kabupaten Mamuju mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadan. Peningkatan ini dipengaruhi oleh naiknya harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang biasanya mengalami lonjakan permintaan menjelang Ramadan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat Ramadan identik dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga.

Tekanan Harga Kebutuhan Pokok Mulai Terasa

BPS mencatat kenaikan inflasi terutama didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Sejumlah bahan pangan seperti beras, cabai, bawang, daging ayam, serta telur mengalami kenaikan harga di pasar tradisional maupun modern.

Meningkatnya permintaan masyarakat untuk persiapan ibadah puasa menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga tersebut.

Pola Musiman Jelang Ramadan

Menurut BPS, kenaikan inflasi menjelang Ramadan merupakan pola musiman yang hampir terjadi setiap tahun. Aktivitas belanja masyarakat yang meningkat berdampak langsung pada permintaan barang dan jasa, sehingga mendorong terjadinya penyesuaian harga di tingkat pedagang.

Selain faktor permintaan, distribusi dan pasokan barang juga turut memengaruhi pergerakan harga.

Inflasi Mamuju
Inflasi Mamuju

Baca juga: BPOM Mamuju Akan Lakukan Uji Cepat Takjil Ramadan

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi

Dalam rilisnya, BPS menyebutkan bahwa komoditas pangan menjadi penyumbang terbesar inflasi Mamuju. Harga cabai dan bawang tercatat mengalami kenaikan signifikan akibat pasokan yang terbatas serta faktor cuaca yang memengaruhi produksi.

Sementara itu, komoditas protein hewani seperti daging ayam ras dan telur ayam juga menunjukkan tren kenaikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Dampak terhadap Daya Beli Masyarakat

Kenaikan inflasi menjelang Ramadan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah. Pengeluaran rumah tangga cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan pangan selama bulan puasa.

BPS mengingatkan pentingnya pengendalian harga agar inflasi tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.

Peran Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Inflasi

Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah antisipatif untuk menekan laju inflasi, antara lain melalui operasi pasar, penguatan distribusi bahan pokok, serta pemantauan harga di pasar-pasar tradisional.

Koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan.

Upaya Menjaga Stabilitas Pasokan

Selain pengendalian harga, ketersediaan pasokan barang juga menjadi faktor penting. Pemerintah daerah didorong memastikan stok bahan pangan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Langkah ini dinilai mampu menekan potensi lonjakan harga yang lebih tinggi.

Imbauan kepada Masyarakat

BPS juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan barang di pasaran. Pola konsumsi yang wajar diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.

Harapan Inflasi Tetap Terkendali

Meski inflasi Mamuju mengalami kenaikan jelang Ramadan, BPS optimistis kondisi tersebut masih dapat dikendalikan dengan langkah-langkah pengawasan dan intervensi yang tepat.

Stabilitas harga diharapkan dapat terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.