, ,

6 Orang Diamankan Terkait Demo Ricuh di DPRD Sulbar, 4 Polisi Luka

oleh -705 Dilihat

Mamuju – Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) pada Senin (1/9/2025) berakhir ricuh. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya enam orang peserta aksi diamankan pihak kepolisian, sementara empat anggota polisi dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan.

Kronologi Kericuhan

Awalnya, aksi demonstrasi berlangsung normal. Ratusan massa yang tergabung dari berbagai organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah daerah.

Namun, suasana mulai memanas ketika massa berusaha memaksa masuk ke dalam gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Aparat yang berjaga berupaya menghalau, tetapi dorong-dorongan tidak terhindarkan hingga berujung pada pelemparan botol air mineral dan batu oleh oknum peserta aksi.

Polisi dan Massa Terlibat Bentrok

Bentrok singkat pun terjadi di halaman gedung DPRD Sulbar. Empat polisi yang berusaha menenangkan massa justru mengalami luka akibat lemparan benda tumpul. Sementara itu, beberapa peserta aksi juga tampak mengalami luka ringan akibat terkena pukulan saat aparat membubarkan kerumunan.

DPRD Sulbar
DPRD Sulbar

Baca juga: Massa Demo Ricuh di DPRD Sulbar Bubar di Tengah Hujan, Polisi Masih Berjaga

Kapolres Mamuju, AKBP, mengonfirmasi adanya korban dari pihak kepolisian. “Empat personel kami mengalami luka, sebagian sudah mendapat perawatan medis. Kami menyesalkan adanya aksi anarkis yang justru merugikan semua pihak,” ujarnya.

Enam Orang Diamankan

Sebanyak enam orang peserta aksi diamankan oleh aparat kepolisian karena diduga menjadi provokator dalam kericuhan. Mereka langsung dibawa ke Mapolres Mamuju untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap keenam orang tersebut. Jika terbukti melakukan tindakan melawan hukum, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kapolres.

Seruan Menjaga Kondusifitas

Pemerintah daerah bersama DPRD Sulbar mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas dalam menyampaikan aspirasi. Ketua DPRD Sulbar menegaskan pihaknya tidak menutup pintu bagi masyarakat yang ingin berdialog, namun tetap harus dilakukan secara tertib.

“Silakan datang menyampaikan aspirasi, kami terbuka. Tetapi jangan sampai menimbulkan kericuhan yang justru merugikan semua pihak,” ujarnya.

Evaluasi dan Pengamanan Lanjutan

Pasca kericuhan ini, aparat keamanan meningkatkan pengawasan di sekitar kantor DPRD Sulbar. Polisi juga melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, sejumlah elemen masyarakat mendesak agar pemerintah dan aparat lebih mengedepankan pendekatan persuasif, sementara para aktivis diimbau tetap mengedepankan cara-cara damai dalam berdemonstrasi.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.