, ,

12 Siswa SD-SMP di Mamuju Diduga Keracunan Menu MBG Dilarikan ke Puskesmas

oleh -564 Dilihat

Wawasan Mamuju – Sebanyak 12 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terpaksa dilarikan ke puskesmas setelah mengalami gejala keracunan makanan pada Jumat (12/9/2025). Diduga kuat, para siswa tersebut mengalami keracunan akibat mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah mereka.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan pihak sekolah, insiden bermula setelah jam istirahat siang. Sejumlah siswa yang mengonsumsi menu MBG mulai mengeluhkan sakit perut, pusing, hingga muntah-muntah. Kondisi itu membuat guru dan staf sekolah segera mengambil tindakan dengan membawa para siswa ke puskesmas terdekat.

“Anak-anak tiba-tiba mengeluh mual dan muntah setelah makan. Kami langsung koordinasi dengan puskesmas untuk penanganan cepat,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Penanganan di Puskesmas

Setibanya di puskesmas, para siswa langsung mendapat penanganan medis berupa pemberian cairan infus dan obat-obatan. Tenaga medis memastikan kondisi mereka berangsur stabil, meskipun masih ada beberapa yang perlu observasi lebih lanjut.

“Kebanyakan gejalanya mirip keracunan makanan. Saat ini semua korban sudah ditangani, dan sebagian besar diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik,” jelas Kepala Puskesmas setempat.

Diduga Keracunan
Diduga Keracunan

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Sulbar: Kolaborasi, Kunci Bangun Daerah

Dugaan Penyebab Keracunan

Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju bersama pihak sekolah masih menyelidiki penyebab pasti keracunan tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada menu MBG yang disajikan hari itu.

“Tim kami sudah mengambil sampel makanan dan sedang dilakukan uji laboratorium. Hasilnya akan menentukan penyebab pasti keracunan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Mamuju.

Reaksi Orang Tua dan Masyarakat

Insiden ini menimbulkan keresahan di kalangan orang tua. Mereka meminta pemerintah memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman dan bergizi.

“Kami mendukung program MBG, tapi jangan sampai anak-anak jadi korban. Pemerintah harus lebih ketat mengawasi penyediaan makanan,” ujar salah satu orang tua siswa.

Pemerintah Janji Evaluasi

Menanggapi insiden ini, Pemkab Mamuju menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari proses pengadaan, distribusi, hingga pengawasan di sekolah.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kita. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Kami akan pastikan standar keamanan pangan lebih diperketat,” tegas perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju.

Harapan ke Depan

Meski insiden keracunan ini menimbulkan keprihatinan, masyarakat berharap program MBG tidak dihentikan, melainkan diperbaiki agar benar-benar memberikan manfaat. Selain itu, para orang tua mendesak pemerintah untuk melibatkan tenaga ahli gizi dan pengawas independen dalam pengelolaan makanan di sekolah.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.