, , ,

Bupati Mamuju Hadiri Forum Saqbe 2025

oleh -666 Dilihat

Wawasan Mamuju – Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, menghadiri Forum Saqbe 2025 yang digelar di Anjungan Pantai Manakarra, Kamis (11/9). Forum tahunan ini mempertemukan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, serta generasi muda dalam membahas pembangunan berkelanjutan yang berakar pada kearifan lokal.

Kehadiran Bupati Mamuju dalam forum tersebut menjadi sorotan karena dianggap sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga budaya, memperkuat identitas lokal, sekaligus mendorong transformasi pembangunan daerah.

Mengangkat Nilai Lokal untuk Pembangunan

Dalam sambutannya, Bupati Sutinah menekankan pentingnya menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan. Ia menyebut istilah Saqbe bukan hanya simbol budaya, tetapi juga representasi semangat kebersamaan, gotong royong, dan keberlanjutan.

“Forum Saqbe ini adalah momentum bagi kita untuk meneguhkan bahwa pembangunan Mamuju tidak boleh lepas dari akar budaya kita sendiri. Nilai lokal harus menjadi roh yang menggerakkan kebijakan, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial,” ujar Sutinah.

Menurutnya, pembangunan berbasis kearifan lokal akan lebih berkelanjutan karena selaras dengan pola hidup masyarakat. Dengan demikian, program pembangunan tidak hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga mencerminkan identitas daerah.

Partisipasi Generasi Muda

Forum Saqbe 2025 juga diwarnai dengan diskusi panel yang menghadirkan pemuda Mamuju dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pegiat komunitas, hingga pelaku UMKM. Mereka menyampaikan pandangan tentang tantangan daerah, terutama di era digital.

“Generasi muda harus menjadi motor penggerak. Saqbe harus kita maknai sebagai ruang partisipasi anak muda untuk berinovasi,” kata Fadli, perwakilan komunitas kreatif Mamuju.

Bupati Sutinah merespons positif gagasan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan anak muda. “Kita ingin anak muda menjadi mitra strategis, bukan sekadar objek pembangunan,” tambahnya.

Bupati Mamuju
Bupati Mamuju

Baca juga: 12 Siswa SD-SMP di Mamuju Diduga Keracunan Menu MBG Dilarikan ke Puskesmas

Ekonomi Kreatif Jadi Sorotan

Salah satu topik utama Forum Saqbe tahun ini adalah penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya. Sejumlah pelaku UMKM menampilkan produk khas Mamuju, seperti tenun, kuliner tradisional, serta kerajinan tangan yang terinspirasi dari motif-motif lokal.

Bupati Mamuju menyebut sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. “Produk lokal harus kita kurasi dan promosikan dengan baik, sehingga bisa menembus pasar nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Kolaborasi untuk Masa Depan

Selain pemerintah daerah, Forum Saqbe juga dihadiri oleh perwakilan akademisi Universitas Sulawesi Barat dan tokoh adat. Mereka menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjadikan Mamuju sebagai daerah yang maju namun tetap berpegang pada nilai budaya.

Forum ini kemudian menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya: memperkuat pendidikan berbasis budaya, meningkatkan dukungan terhadap UMKM lokal, serta mendorong digitalisasi produk budaya agar lebih dikenal luas.

Harapan Masyarakat

Warga yang menghadiri forum turut menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah. Menurut mereka, Forum Saqbe bukan sekadar seremonial, tetapi wadah untuk menyatukan pandangan dan solusi nyata.

“Kami bangga Bupati hadir langsung. Harapan kami, rekomendasi dari forum ini benar-benar diwujudkan dalam kebijakan daerah,” ungkap Nurhayati, salah seorang pelaku UMKM.

Dengan berlangsungnya Forum Saqbe 2025, Mamuju menegaskan posisinya sebagai daerah yang berkomitmen membangun masa depan dengan menjunjung tinggi identitas lokal. Pemerintah daerah berharap forum ini menjadi tradisi tahunan yang terus memberi inspirasi dan arah pembangunan berkelanjutan.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.