Wawasan Mamuju – Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, setelah empat pemuda meregang nyawa usai menenggak minuman keras (miras) oplosan. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga setempat dan menjadi sorotan aparat kepolisian yang kini tengah melakukan penyelidikan intensif.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika sekelompok pemuda berkumpul pada akhir pekan lalu di salah satu rumah warga. Mereka kemudian membeli miras oplosan dari seorang penjual yang kerap beroperasi secara sembunyi-sembunyi di wilayah tersebut.
Usai menenggak miras oplosan itu, beberapa pemuda mulai mengalami gejala seperti pusing, mual, dan sesak napas. Kondisi mereka kian memburuk hingga akhirnya empat di antaranya tak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit.
Polisi Turun Tangan
Kapolres Mamuju, AKBP [nama pejabat], membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti berupa botol minuman oplosan yang diduga mengandung zat berbahaya.
“Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui kadar kandungan zat kimia dalam miras tersebut. Namun dugaan awal, minuman itu mengandung metanol yang sangat berbahaya bagi tubuh,” ujarnya.
Polisi juga telah melakukan pengejaran terhadap penjual miras oplosan yang kabur setelah insiden ini mencuat.
Reaksi Keluarga Korban
Keluarga korban tak kuasa menahan tangis ketika jenazah keempat pemuda itu dibawa ke rumah duka. Mereka berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku yang menjual miras oplosan tersebut.

Baca juga: Solar Proyek Rujab Wabup Mamuju Hilang, Pembangunan Terancam Mandek
“Anak saya masih muda, masa depannya masih panjang. Tapi hilang sia-sia gara-gara minuman beracun ini,” ungkap seorang orang tua korban dengan nada pilu.
Miras Oplosan, Ancaman Nyawa yang Terabaikan
Kasus kematian akibat mirasoplosan bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Ahli kesehatan menegaskan, kandungan metanol dalam mirasoplosan dapat merusak organ vital seperti hati, ginjal, dan sistem saraf, bahkan menyebabkan kebutaan permanen hingga kematian dalam hitungan jam.
Menurut data Kementerian Kesehatan, ratusan orang di Indonesia meninggal dunia setiap tahunnya akibat mengonsumsi miras oplosan. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan larangan, praktik penjualan minuman oplosan masih marak karena harga yang jauh lebih murah dibanding minuman beralkohol berizin.
Imbauan Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Menanggapi insiden ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama tokoh masyarakat mengimbau warga, khususnya generasi muda, untuk menjauhi miras oplosan.
“Kita kehilangan empat anak bangsa akibat kelalaian dan gaya hidup yang salah. Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar tidak terulang,” kata seorang tokoh adat setempat.
Penutup
Tragedi tewasnya empat pemuda di Mamuju akibat mirasoplosan menjadi alarm keras bagi masyarakat dan aparat penegak hukum. Penindakan tegas terhadap pelaku penjual mirasoplosan serta edukasi masyarakat mengenai bahaya konsumsi minuman beralkohol ilegal dinilai sangat mendesak. Tanpa langkah serius, bukan tidak mungkin korban serupa akan terus berjatuhan.





