, ,

600 Pecatur Ramaikan Kejurnas Catur ke-50 di Mamuju

oleh -836 Dilihat

Wawasan Mamuju – Sebanyak 600 pecatur dari berbagai provinsi di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 yang digelar di Gedung PKK Mamuju, mulai Senin (14/10). Ajang bergengsi ini menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet catur nasional sekaligus ajang seleksi bagi para pecatur berbakat menuju tingkat internasional.

Kejuaraan Bergengsi Disambut Meriah

Kejurnas yang diselenggarakan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Barat, Akmal Malik, didampingi Ketua Umum Percasi Pusat, GM Utut Adianto, serta sejumlah pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Akmal Malik menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan Percasi yang telah menunjuk Mamuju sebagai tuan rumah. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat persatuan antardaerah.

“Kami sangat bangga Sulawesi Barat menjadi tuan rumah Kejurnas Catur tahun ini. Selain untuk mencari bibit unggul, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi dan memperkenalkan Mamuju sebagai daerah yang siap menjadi pusat kegiatan nasional,” ujar Akmal.

Diikuti Pecatur dari 34 Provinsi

Ketua Panitia Pelaksana, Andi Syarifuddin, menjelaskan bahwa Kejurnas kali ini diikuti oleh 600 peserta dari 34 provinsi, termasuk para grand master (GM), master internasional (IM), dan master nasional (MN).

“Pesertanya datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga senior. Ada juga atlet nasional yang pernah berlaga di ajang internasional,” jelasnya.

Ajang ini mempertandingkan beberapa kategori, antara lain kelas terbuka (open), junior, veteran, dan putri, dengan sistem pertandingan Swiss 9 babak menggunakan waktu kendali (time control) 90 menit plus 30 detik per langkah.

Utut Adianto: Ajang Regenerasi Pecatur Nasional

Ketua Umum Percasi, GM Utut Adianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kejurnas bukan sekadar arena kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya regenerasi pecatur nasional.

“Catur Indonesia tidak boleh berhenti di generasi sekarang. Melalui Kejurnas ini, kami ingin mencari dan membina calon-calon grand master muda yang akan membawa nama Indonesia di kancah dunia,” ujar Utut.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan semangat fair play. “Menang dan kalah adalah hal biasa. Yang penting adalah proses belajar dan mental juara yang terbentuk,” tambahnya.

600 Pecatur
600 Pecatur

Baca juga: 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti KPPD, Bupati Mamuju akan Menimba Ilmu di Lemhanas

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Selain menjadi ajang olahraga bergengsi, Kejurnas Catur ke-50 juga memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat Mamuju. Hotel, penginapan, dan rumah makan ramai dipadati peserta serta pendamping dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Mamuju, Rahmawati, menyebut kegiatan ini membawa multiplier effect bagi sektor jasa dan UMKM lokal. “Banyak peserta datang bersama keluarga. Mereka juga berwisata kuliner dan membeli produk lokal. Ini tentu membantu perputaran ekonomi daerah,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap Mamuju bisa menjadi langganan tuan rumah kejuaraan nasional di masa depan, baik di bidang olahraga maupun kegiatan kebudayaan.

Pecatur Muda Tunjukkan Potensi

Menariknya, Kejurnas kali ini menampilkan banyak pecatur muda berbakat usia 10–15 tahun yang sudah menunjukkan kemampuan luar biasa. Salah satunya adalah Nabila Rahma (12 tahun) asal Sulawesi Selatan, yang berhasil mengalahkan dua lawan senior pada babak pertama.

“Saya baru main catur sejak SD, tapi ingin jadi Grand Master seperti Mas Utut,” ucap Nabila dengan senyum malu-malu.

Kehadiran generasi muda ini disambut positif oleh para pelatih nasional. Mereka menilai regenerasi atlet catur di Indonesia kini berjalan cukup baik.

Harapan Mamuju Jadi Pusat Pembinaan

Ketua Percasi Sulawesi Barat, H. Arifuddin, berharap Kejurnas ini menjadi momentum bagi daerahnya untuk membangun pusat pembinaan catur regional. Ia mengungkapkan bahwa banyak potensi lokal yang perlu didukung dengan sarana dan pelatihan berkelanjutan.

“Sulbar punya banyak bibit unggul. Kami ingin Kejurnas ini menjadi awal kebangkitan catur di daerah,” ujarnya.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Kejurnas Catur ke-50 akan berlangsung selama tujuh hari, dengan babak final dijadwalkan pada 20 Oktober mendatang. Para pemenang akan mendapatkan medali, sertifikat, serta peluang untuk masuk dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) menuju SEA Games dan Olimpiade Catur mendatang.

Dengan semangat persaingan yang sehat dan antusiasme luar biasa dari para peserta, Kejurnas Catur di Mamuju diharapkan menjadi tonggak penting bagi kemajuan olahraga catur Indonesia — sekaligus membuktikan bahwa daerah timur Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional berskala besar.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.