, , ,

Gubernur Sulbar Gandeng 17 Perusahaan Intervensi Stunting

oleh -400 Dilihat

Wawasan Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus memperkuat langkah konkret dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Salah satu upaya terbaru adalah menggandeng 17 perusahaan swasta untuk ikut berpartisipasi dalam program intervensi stunting terintegrasi di berbagai kabupaten.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh, yang menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat.

Kolaborasi Publik–Swasta untuk Percepatan Penurunan Stunting

Gubernur Zudan menyebut, kerja sama dengan 17 perusahaan ini merupakan bentuk nyata dari konsep “Gotong Royong Menurunkan Stunting” yang menjadi fokus pembangunan manusia di Sulbar.

“Pemerintah daerah harus menjadi penggerak, tapi sektor swasta adalah mitra strategis. Dengan kolaborasi ini, kita ingin memastikan intervensi gizi, kesehatan, dan ekonomi keluarga berjalan secara berkelanjutan,” ujar Zudan dalam acara penandatanganan komitmen bersama di Mamuju, Kamis (16/10).

Perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai dari perkebunan, perbankan, pertambangan, hingga industri makanan dan minuman. Mereka berkomitmen memberikan dukungan dalam bentuk program CSR, seperti penyediaan pangan bergizi, sanitasi, fasilitas kesehatan, dan pelatihan ekonomi keluarga.

Fokus pada 6 Kabupaten Prioritas

Menurut data Dinas Kesehatan Sulbar, tingkat prevalensi stunting di provinsi tersebut pada 2024 masih berada di angka 26,1 persen. Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, angka ini masih di atas target nasional sebesar 14 persen pada 2025.

Karena itu, intervensi akan difokuskan pada enam kabupaten prioritas, yakni Mamuju, Majene, Polman, Mamasa, Pasangkayu, dan Mamuju Tengah.

“Setiap perusahaan akan mengadopsi satu hingga dua desa lokus stunting. Mereka akan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan daerah, mulai dari perbaikan sanitasi, penyediaan makanan tambahan, hingga pemberdayaan ibu hamil dan balita,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Asriani Ahmad.

Sulbar
Sulbar

Baca juga: 600 Pecatur Ramaikan Kejurnas Catur ke-50 di Mamuju

Bentuk Intervensi: Dari Gizi Hingga Ekonomi

Selain bantuan pangan bergizi, beberapa perusahaan juga akan menyalurkan dukungan ekonomi produktif seperti bantuan modal usaha kecil bagi keluarga berisiko stunting. Langkah ini bertujuan agar program tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memperbaiki ketahanan ekonomi rumah tangga.

“Masalah stunting tidak bisa diselesaikan dengan pemberian makanan saja. Kita harus pastikan keluarga punya penghasilan yang cukup, air bersih, dan sanitasi layak,” ujar Gubernur Zudan.

Ia menambahkan, pemerintah akan mengawal setiap program dengan sistem monitoring terpadu melalui aplikasi e-Stunting Sulbar, agar seluruh bantuan dan kegiatan bisa dipantau secara transparan.

Dukungan dari Dunia Usaha

Perwakilan perusahaan, PT Surya Agro Mandiri, menyambut positif kerja sama ini. “Kami merasa terhormat bisa berkontribusi langsung dalam program nasional percepatan penurunan stunting. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami terhadap masyarakat,” ujar Direktur Utama perusahaan tersebut.

Selain itu, asosiasi dunia usaha di Sulbar juga berencana membentuk Forum CSR Peduli Stunting sebagai wadah koordinasi agar dukungan dari perusahaan lebih terarah dan berkesinambungan.

Menuju Generasi Emas Sulbar

Gubernur Zudan menegaskan, target besar pemerintah adalah melahirkan generasi Sulbar yang sehat, cerdas, dan produktif. Ia berharap kolaborasi ini menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal angka statistik, tapi tentang masa depan anak-anak kita. Kalau kita semua bergerak bersama, saya yakin Sulbar bisa jadi provinsi percontohan dalam penanganan stunting,” tutupnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.