Wawasan Mamuju – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing. Hal itu disampaikan dalam sebuah forum diskusi pembangunan daerah yang digelar di Mamuju, Jumat (13/9).
Kolaborasi untuk Kemajuan
Menurutnya, pembangunan tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak. Peran legislatif dalam pengawasan dan penyusunan kebijakan harus berjalan seiring dengan kerja eksekutif yang mengimplementasikan program, serta dukungan penuh dari masyarakat.
“Tanpa kolaborasi, pembangunan akan jalan di tempat. Kita butuh sinergi semua pihak agar program daerah tidak hanya berhenti pada perencanaan, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.
Tantangan Pembangunan Sulbar
Sulawesi Barat masih menghadapi sejumlah persoalan klasik, seperti keterbatasan infrastruktur, tingginya angka kemiskinan, serta rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan di beberapa wilayah. Menurutnya, semua persoalan tersebut hanya bisa diatasi jika ada koordinasi yang kuat dan konsistensi dalam pelaksanaan program.
“Kita tidak bisa bekerja sektoral. Misalnya soal infrastruktur jalan, itu harus terhubung dengan akses pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan. Semua ini membutuhkan perencanaan lintas sektor,” tambahnya.

Baca juga: Sadis! Karyawan PNM Mekar Dibunuh Nasabah di Pasangkayu, Berawal dari Tagihan Utang
Peran DPRD dalam Pengawasan
Ia menekankan bahwa DPRD tidak hanya berperan sebagai lembaga legislasi, tetapi juga mitra pemerintah daerah dalam pengawasan. Dengan begitu, anggaran yang digelontorkan dapat digunakan secara efektif dan transparan.
“DPRD akan terus mengawal agar APBD benar-benar menyentuh kepentingan rakyat. Jangan ada lagi program yang tidak tepat sasaran atau hanya menguntungkan segelintir pihak,” tegasnya.
Mengajak Masyarakat Berpartisipasi
Selain pemerintah dan DPRD, masyarakat juga diminta lebih aktif terlibat dalam proses pembangunan. Partisipasi warga, baik melalui usulan program, pengawasan, maupun keterlibatan dalam kegiatan sosial, akan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan daerah.
“Kami butuh masukan langsung dari masyarakat. Kritik yang konstruktif sangat penting agar kami bisa bekerja lebih baik,” katanya.
Harapan untuk Masa Depan Sulbar
Dengan semangat kolaborasi, Wakil Ketua DPRD Sulbar optimistis Sulawesi Barat bisa keluar dari berbagai persoalan mendasar. Ia berharap visi pembangunan daerah tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kerja nyata bersama.
“Kalau semua pihak bersatu, tidak ada yang mustahil. Sulbar bisa menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya.





