Mamuju – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang pemuda yang diduga berada dalam pengaruh minuman keras nekat membakar rumah kepala lingkungan (kepling) pada Minggu malam. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar karena api dengan cepat melahap bangunan rumah kayu tersebut.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi mata, pemuda berinisial AR (23) datang ke rumah kepala lingkungan dalam keadaan mabuk. Diduga, pelaku marah karena ditegur akibat kerap membuat keributan di wilayah setempat. Tak lama berselang, AR mengambil bensin dan menyulut api ke bagian dapur rumah.
“Kami lihat dia mondar-mandir sambil teriak-teriak. Tiba-tiba api sudah besar di bagian belakang rumah,” ujar salah seorang warga.
Api Cepat Membesar
Kondisi rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar. Warga yang panik berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Butuh hampir satu jam untuk menjinakkan si jago merah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Barang-barang penting milik kepala lingkungan, termasuk dokumen administrasi, ikut hangus terbakar.
Pelaku Diamankan Polisi
Usai kejadian, pelaku AR berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap warga dan kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. Kapolresta Mamuju melalui Kasat Reskrim menegaskan bahwa pelaku akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Baca juga: Merasa Dirugikan, Pekerja Pelabuhan Geruduk Kantor Camat Budong-Budong Mamuju Tengah
“Pelaku sudah kami amankan dan kini sedang dalam pemeriksaan. Dari hasil awal, dia memang dalam kondisi mabuk berat. Kami akan jerat dengan pasal pembakaran dan ancaman pidana penjara cukup berat,” tegasnya.
Reaksi Masyarakat
Peristiwa ini membuat warga sekitar trauma dan resah. Mereka menilai peredaran minuman keras di wilayah itu kerap memicu tindak kriminal. “Kalau sudah mabuk, biasanya bikin ribut. Tapi kali ini sampai nekat bakar rumah, ini sudah keterlaluan,” kata seorang tokoh masyarakat.
Masyarakat berharap aparat tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal yang semakin marak.
Dukungan untuk Kepala Lingkungan
Pemerintah kelurahan setempat bersama warga berinisiatif memberikan dukungan moral dan bantuan darurat kepada kepala lingkungan yang rumahnya terbakar. Beberapa warga turut bergotong royong membersihkan puing-puing dan menyiapkan tempat tinggal sementara.
“Kami prihatin dengan musibah ini. Semoga beliau tetap tabah, dan kita semua bisa lebih waspada agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ucap lurah setempat.
Penutup
Kasus pemuda mabuk yang membakar rumah kepala lingkungan di Mamuju menjadi pelajaran penting tentang bahaya konsumsi minuman keras yang tak terkendali. Aparat berjanji menindak tegas pelaku, sementara masyarakat berharap pemerintah lebih serius memberantas peredaran miras.
Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat dapat kembali pulih.






